Senin, 20 Juni 2016

BINTANG DAUD MILIK ISRAEL BINTANG TIMUR YANG GILANG GEMILANG MILIK PAPUA { Wahyu 22:16 dan Wahyu 2:28 }

oleh
HAMAH SAGRIM


Ketika Yesus hendak lahir di Betlehem, bintang-Nya terbit dari timur dan berjalan ke timur tengah – Israel, orang majus dari timur melihat bintang itu dan mengikutinya hingga berhenti di Betlehem negeri Daud – karena Yesus anak Daud yang lahir maka bintang Daud kepunyaan-Nya harus datang dari timur dan berhenti negeri Daud Betlehem menyambut kelahiran-Nya, sebab bintang Daud milik Israel.
          Oleh karena Yesus anak Daud keturunan Yehuda dari Israel adalah bintang Daud maka Israel juga adalah bintang Daud yang dijanjikan dalam kitab paranabi. (Wahyu 22:16 "Aku, Yesus, telah mengutus malaikat-Ku untuk memberi kesaksian tentang semuanya ini kepadamu bagi jemaat-jemaat. Aku adalah tunas, yaitu keturunan Daud, bintang timur yang gilang-gemilang." Menghormati Yesus anak Daud maka I.S. Kijne bernyanyi dalam nyanyian Rohani 25:1
T’rang bintang siang gemerlap
Yang turut janji yang tetap
Terbit di seb’lah timur
Ya anak Daud, rajaku
Cahaya pengasihan-Mu
B’ri hatiku terhibur
Amin-amin. Kebenaran, kegemaran, kan beri berkelimpahan
          Yesus anak Daud sudah di nubuatkan dalam kitab para nabi untuk lahir di Betlehem negeri Daud dan bintang Daud pun sudah dinubuatkan akan terbit di timur dan berjalan ke negeri Daud Betlehem sehingga genaplah kitab para nabi atas Betlehem (Matius 2:5).
Ketika Betlehem telah tergenapi dalam nubuatan kitab para nabi, Yesus putra injil lahir – penginjilan dimulai dari Yerusalem, Yudea, Samaria dan sampai ke ujung bumi dengan tuntunan rohul kudus atas murid-murid-Nya – mata TUHAN sedang menjelajahi muka bumi dan menemukan Papua berada persis di timur jauh ujung bumi, maka Papua ditetapkan oleh TUHAN sebagai bangsa penggenapan akhir di ujung bumi yang belum diinjili. Karena Papua negeri timur yang dinubuatkan untuk kedatangan Yesus dari arah timur maka bintang timur gilang gemilang berjalan dari timur tengah ke timur jauh ujung bumi Papua dan berhenti sebagai tanda penggenapan bahwa injil telah sampai di ujung bumi, oleh karena Papua negeri penggenapan yang belum diinjili, tetapi injil itu telah mencari hingga menemukan Papua negeri yang berhutan lebat dan masih hidup dalam kegelapan, maka I.S. Kijne bersukacita di Papua dalam pujian nyanyian rohani 25: 2
Kau cari aku yang sesat
Di dalam hutan yang lebat,
Bers’ru berulang-ulang
Di tengah kegelapanku
Kulihat cah’ya wajah-Mu
Kau bawa aku pulang
Amin-amin. Kebenaran, kegemaran, kan beri berkelimpahan
Bintang timur berhenti di negeri timur Papua, sebagai tanda kemuka bahwa Yesus tunas Daud datang melalui Papua sebagai negeri timur jauh ujung bumi - bintang timur yang gilang gemilang itu akan datang dari arah timur ujung bumi Papua sebagai bangsa penggenapan yang dinubuatkan dalam kitab para nabi.
          Ketika Ottow dan Geissler pembawa injil berlayar dari negeri Eropa ke negeri timur jauh (Papua), waktu itu mereka melihat bintang timur yang gilang gemilang berjalan dari timur tengah ke timur jauh Papua dan mereka pun mengikuti bintang tersebut, sehingga I.S. Kijne bernyanyi dalam nyanyian rohani 25:3

Hendak ku ikut bintang-Mu, Kepada rumah s’lamatku,
Ya, Yesus, tolong aku, Kehendak hatiku lemah,
Supaya tambah kuatnya,
B’ri roh-Mu kepadaku.
Amin-amin. Kebenaran, kegemaran, kan beri berkelimpahan
          Ottow dan Geissler menginjakkan kaki di Mansinam – Papua, dengan tuntunan rohul kudus dan mengikuti bintang timur gilang gemilang karena rohul kudus menjelaskan kepada Ottow dan Geissler. (Wahyu 22:16). – Papua negeri timur adalah negeri yang telah dinubuatkan dalam kitab para nabi yang akan dilawat pertama sebagai pintu kedatangan Yesus putra timur, maka bintang timur pun berhenti di Papua. Bintang timur dikaruniakan oleh TUHAN menjadi milik Papua negeri timur ujung bumi. (Wahyu 2:28 “dan kepadanya akan Kukaruniakan bintang timur.”).
          Ketika Ottow dan Geissler mengikuti bintang yag berjalan ke timur dan berhenti di Mansinam-Papua tepat jam 10.00.WIT, dan mendarat di atas tanah Papua, matahari pun terbit menyambut kedatangan Ottow dan Geissler dan terang siang yang baka muncul di waktu itu sebagai tanda kemuka bahwa Papua tidak lagi diterangi oleh Matahari dan bulan tetapi TUHAN-lah menjadi penerang, Papua sebagai bangsa yang dimaksud dalam  menggenapi kitab (Yesaya 60:19 Bagimu matahari tidak lagi menjadi penerang pada siang hari dan cahaya bulan tidak lagi memberi terang pada malam hari, tetapi TUHAN akan menjadi penerang abadi bagimu dan Elohimmu akan menjadi keagunganmu. Papua adalah bangsa yang dahulu berjalan di dalam kegelapan kini melihat terang yang besar, dan mereka yang diam didalam negeri kekelaman, atasnya bersinar. (Yesaya 9:2; Bangsa yang berjalan di dalam kegelapan telah melihat terang yang besar; mereka yang diam di negeri kekelaman, atasnya terang telah bersinar). Papua bangsa timur ujung bumi adalah bangsa yang dinubuatkan dalam kitab para nabi. Mendeteksi maksud TUHAN atas penggenapan kitab para nabi, I.S. Kijne menyambutnya dengan nyanyian rohani 22:1
Di langit seb’lah timur
T’rang siang merekah
Dan datanglah penghibur
seisi dunia.
Amin-amin. Kebenaran, kegemaran, kan beri berkelimpahan
Injil Tuhan telah tiba di Papua, Tuhan sang penghibur seisi dunia telah datang di ujung bumi, Ia menjadi suluh terang yang menghalau kegelapan menerangi segenap alam Papua, maka I.S. Kijne menyambutnya dalam nyanyian Rohani 22:2
Dihalaukan-Nya malam
Dan kegelapannya
Teranglah seg’nap alam
Di cahyanya cerah
Amin-amin. Kebenaran, kegemaran, kan beri berkelimpahan
Ketika kedatangan Ottow dan Geissler di Mansinam, negeri Papua begitu kumuh, bagaikan negeri yang ditawan dalam penjara, kemudian injil terang Tuhan disambut oleh Papua dan ketika nama Tuhan diproklamasikan di Mansinam maka terbukalah belenggu-belenggu kegelapan dan Papua menyambut terang seperti sinar yang merekah di pagi hari. Mengenang itu I.S. Kijne bernyanyi dalam nanyian rohani 22:3
Yang terpenjara lagi
Dan duduk mengeluh
Menyambut sinar pagi;
Terbuka belenggu
Amin-amin. Kebenaran, kegemaran, kan beri berkelimpahan
Waktu nama TUHAN diproklamasikan di Papua, terang Kristus benar-benar bercahaya di Papua dan kehidupan yang binasa, alam maut pun menjadi lenyap, karena terang kristus Berjaya tetap dalam kuat Kuasa-Nya, sehingga dari jauh I.S. Kijne bersorak-sorai dalam nyanyian rohani 22:4


T’rang Kristus bercahaya
Dan alam maut lenyap
T’rang Kristus yang Berjaya
Kuasanya tetap.
Amin-amin. Kebenaran, kegemaran, kan beri berkelimpahan
          Betlehem negeri Daud - tempat bintang Daud berhenti – tanah kelahiran anak Daud di nubuatkan bahwa, Betlehem sesekali bukanlah yang terkecil diantara mereka yang memerintah Yehuda, karena daripadanya akan bangkit seorang pemimpin yang akan menggembalakan umat-Ku Israel. (Matius 2:6).
          Papua bangsa negeri timur dinubuatkan oleh I.S. Kijne bahwa “Papua sekalipun bangsa lain dengan kepandaian, dan marifat yang tinggi tidak akan memimpin bangsa Papua, tetapi Papua akan bangkit dan memimpin dirinya sendiri”, sebab itu permuliakanlah TUHAN di negeri-negeri timur, nama TUHAN Ellohim Israel di tanah-tanah pesisir laut’’! (Yesaya 24:15), sebab sama seperti kilat memancar dari sebelah timur dan melontarkan cahayanya sampai ke barat, demikian pula kelak kedatangan anak manusia (Matius 24:27).
          Israel dan Papua bangsa kecil yang akan menjadi kaum yang besar dan yang paling lemah akan menjadi bangsa yang kuat. (Yesaya 60:22). Atas dasar itulah di tugu pengharapan Papua, I.S. Kijne menyampaikan kepada bangsa Papua agar jangan sesekali dianggap rendah, teruslah bertekun dalam membaca kitab suci, jangan lalai dalam mempergunakan karunia, hidup didalam semua perintah TUHAN maka akan banyak kemajuan (1 Timotius 4:12-16 “12 Jangan seorangpun menganggap engkau rendah karena engkau muda. Jadilah teladan bagi orang-orang percaya, dalam perkataanmu, dalam tingkah lakumu, dalam kasihmu, dalam kesetiaanmu dan dalam kesucianmu. 4:13 Sementara itu, sampai aku datang bertekunlah dalam membaca Kitab-kitab Suci, dalam membangun dan dalam mengajar. 4:14 Jangan lalai dalam mempergunakan karunia yang ada padamu, yang telah diberikan kepadamu oleh nubuat dan dengan penumpangan tangan sidang penatua. 4:15 Perhatikanlah semuanya itu, hiduplah di dalamnya supaya kemajuanmu nyata kepada semua orang. 4:16 Awasilah dirimu sendiri dan awasilah ajaranmu. Bertekunlah dalam semuanya itu, karena dengan berbuat demikian engkau akan menyelamatkan dirimu dan semua orang yang mendengar engkau”). I.S. Kijne berharap agar bangsa Papua harus bertekun dalam agenda TUHAN hingga akhir zaman - kedatangan Yesus tunas Daud bintang timur yang gilang gemilang dari arah timur Papua.



          

Senin, 16 Mei 2016

DOMINEE I.S. KIJNE MEMBANGUN RUMAH KESELAMATAN BANGSA PAPUA DAN IMPLIKASINYA BAGI KELAHIRAN NASIONALISME PAPUA BERHUBUNGAN LANGSUNG DENGAN ISRAEL DALAM STANDARD ALKITAB

OLEH
HAMAH SAGRIM



A.   Membangun Rumah Keselamatan Bangsa Papua
Rumah keselamatan bangsa Papua adalah Intelektual Rohaniah dan intelektual sains. Untuk memahami esensi rohani, orang Papua harus dididik menjadi pandai terlebih dahulu. Ilmu didik yang diajarkan haruslah sesuai dengan maksud Tuhan yang dilimpahkan kepada manusia Papua seutuhnya di atas tanah Papua seanteronya. Atas dasar inilah I.S. Kijne berpendirian bahwa:
“Anak-anak Papua harus didirikan sebuah sekolah yang semestinya bagi mereka dan bukan sekedar sebuah tiruan dan mereka harus dipisahkan dari anak-anak amberi”.
Inilah konsep awal untuk mendirikan rumah keselamatan bangsa Papua sebenarnya yang telah disampaikan oleh Pdt. Dominee I.S. Kijne ketika berada di Miei. Dari rumah keselamatan itu, I.S. Kijne mengajarkan ideologi bangsa Papua untuk “….Bangkit dan Memimpin dirinya sendiri” yang begitu universal. Doktrin pengajaran diawali dengan Tuhan. “Barang siapa bekerja di tanah ini dengan takut akan Tuhan, sungguh-sungguh, dengar-dengaran, dan setia, ia akan mendapat tanda heran yang satu ke tanda heran yang lain”.
Konsepsi I.S. Kijne sebagai fondasi raksasa ideologi universal Papua yang hidup, kontekstual, aktual mengejawantah di ruang kehidupan masyarakat dalam kerangka keimanan Tuhan Ellohim yang asli, untuk mengkonstruksikan “bangunan kesadaran ke’Papuaan terhadap TUHAN Ellohim Israel yang holistik” dengan “elemen-elemen struktur kesadarannya pada lima bidang yang ditetapkan oleh Dominee I.S. Kijne yaitu; orang Papua dididik untuk pandai berpikir, pandai  bernyanyi, pandai bekerja, pandai melukis, dan pandai mengukir, sebagai bidang strategis kehidupan menuju kemandirian yang beradab”.  Sebagaimana ucapannya ketika ia tiba pertama kalinya di mansinam bahwa “anak-anak Papua sangat rajin sehingga mereka bisa bekerja untuk negerinya sendiri”. Sebuah pernyataan doktrin yang hebat untuk spirit membangun “masyarakat sejati Papua yang madani-berkeadaban” (sebagai megaproyek kebangsaan Papua jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang), dengan fitrah dimensi roh kebangsaan Papua.
Dari tokoh-tokoh zendeling di bumi cenderawasi ini, orang Papua harus bergegas bangkit mentransendensikan serta mensinergikan, mengkonsolidasikan dan mensintesakan maupun mensenyawakan, doa sulung Dominee Izaak Samuel Kijne yang diterapkan dalam strategi atau model pengajarannya yang cenderung memberikan pencerahan kepada orang Papua untuk bangkit dan bersaing menuju peradabannya, dengan harapan penting bahwa orang Papua bisa bekerja untuk dirinya sendiri dengan mengambil roh ke’Papuaan demi kepentingan umum bangsa Papuanya.
Orang Papua harus ambil kesatuan tanah air Papua melalui sistem kekerabatan, ambil transformasi kebudayaan, peradaban dan eksperimen demokrasi kesukuan yang ada dengan hikmah yang bijaksana dan arif, perlu juga diambil sistem kekuasaan pria berwibawa, ambil hikmah ajaran nasionalis, agama, nilai-nilai komunal kehidupan sosial universal kepapuaan, ambil doktrin roh pertahanan dan keamanan komunual ala kepemimpinan pria berwibawa, ambil ekonomi kerakyatan pria berwibawa yang berkeadilan dan berkeadaban, ambil roh pendidikan tradisional dan roh pendidikan sekolah normale model Kijne untuk membentuk orang Papua yang beradab sebagai manusia seutuhnya, ambil kesadaran spiritualitas kesejatian - teosofi transenden yang diajarkan oleh I.S. Kijne  ketika memulai pengajaran dan pendidikannya di Miei hingga ke Joka-Sentani, Jayapura, ambil pula sistem kepemimpinan pria berwibawa yang notabene tahtanya untuk rakyat dan sukunya, ambil pula  khazanah filsafat kehidupan tradisional orang Papua. Founding peradaban berbasis kerangka konstitusi doa sulung I.S. Kijne sesungguhnya dan etika adiluhung Papua, ambil kesadaran Filosofi dan paradigma masyarakat sejati Papua yang madani dan berperadaban tinggi, dengan kesadaran filosofi teosofi Transenden dengan Hikmah roh pluralisme kemajemukan Papua dimana semua Papua itu satu, dan satu Papua untuk semua suku bangsanya dalam simbol kebhinekaan Papua sesungguhnya dengan penuh demokratisasi yang berhikmah dalam kebijaksanaan yang arif penuh iman percaya, maka terwujudlah  bangunan kesadaran kepapuaan yang holistic dalam pandangan yang saya sebut membangun ruh keselamatan bangsa Papua.
Identitas Papua adalah sistem nilai yang sangat dihargai oleh TUHAN. Identitas merupakan standard nilai yang ditentukan langsung oleh Ellohim. Dominee I.S. Kijne memahami standart itu sehingga mewujudkannya dengan cara mendidik orang Papua tidak dengan konsep pendidikan dari dunia lain tetapi konsep atau model pendidikan yang semestinya lahir dari identitas Papua itu sendiri dengan berguru pada Rohul Kudus sebagai guru agung Papua, karena bangsa Papua memiliki segudang ilmu pengetahuan yang luarbiasa, kuncinya ada pada  bagaimana mendidik mereka tahu baca, hitung, bermain musik, melukis, menulis, mengukir, berpikir, dan bekerja, sehingga ketika dasar-dasar itu telah diketahui, maka orang Papua akan dengan sendirinya berkembang sesuai perkembangan zaman. Kebudayaan Papua adalah bagian dari berkat Tuhan yang diberikan bagi orang Papua. Sangat berdosa, bahkan sangatlah miskin bilamana orang Papua cenderung mengambil budaya orang lain yang bukan bagiannya karena Ellohim akan mengurangi nilai bagi orang Papua karena itu bukan milik dia. (Matius 20:14). Ellohim sudah memberi kepada setiap suku bangsa bagian-bagiannya, baik itu budaya, bahasa, laut, tanah dan sebagainya bagi mereka masing-masing bahkan Ia berdiam didalamnya secara rahasia pada sisi-sisi  keilahian-Nya yang berbeda itu. jika bangsa Papua tidak menghormati budaya bangsanya sebagai identitas Papua, sia-sialah keberadaan bangsa Papua, karena apa arti sebuah bangsa jika tidak mempunyai identitas? Itu seperti kehidupan tanpa roh, atau pohon tanpa akar, mobil tanpa merek atau produk-produk yang tidak mempunyai label. Setiap tumbuhan yang tidak memiliki akar akan mati, produk yang tidak memiliki label akan dibuang ke tempat sampah untuk dibakar musnah, Tuhan akan menerima suku bangsa yang memiliki label. Mengenai identitas adat bukanlah sesuatu yang tabu tetapi adat adalah undang-undang Tuhan. Dominee Izaak Samuel Kijne menyampaikan kepada orang Papua dalam nyanyian Mazmur 81: 4
Adat inilah
undang-undang Tuhan;
Israel telah
Memegangnya T’rus
Sejak ditebus
Dari perhambaan
         
Dahhulu Israel menghormati adatistiadat mereka, Yesus putra Yahudi sejati berkata, Aku datang bukan untuk meniadakan hukum taurat melainkan untuk menggenapinya. Adatistiadat di atas tanah ini adalah kekayaan yang dipersiapkan untuk kemuliaan bagi Tuhan, apa yang sekarang ada, dahulu telah ada dan Tuhan mencari hal itu. Suku-suku di Papua sangat memegang teguh adatistiadat mereka, dan adat Papua sebagai undang-undang yang digunakan untuk menghakimi dan membenarkan perbuatan mereka.

B.   I.S. Kijne dan kelahiran Nasionalisme Papua –
       Nasionalisme Papua awalnya terbangun melalui didikan misionaris gereja. Pada tahun 1855 Ottow dan Geisler tiba di Mansinam dan doa sulung mereka adalah Dengan nama Tuhan kami menapaki kaki di tanah ini”, doa tersebut dianggap sebagai Proklamasi Nama Tuhan di atas tanah Papua. Proklamasi itu dipandang sebagai doa sulung orang Papua dalam perkembangan peradaban yang dipakai sebagai kata-kata doktrin nasionalisme orang Papua, bahwa nama yang terdengar pertama oleh tanah ini adalah nama Tuhan, dan juga setiap bangsa yang mendengar nama Tuhan secara sah Tuhan kawal mereka. Dengan demikian bahwa oleh karena Papua nama Tuhan disebut, maka mulai dari saat itu TUHAN kawal Papua. 
       Tuhan kawal Tanah Papua untuk kepentingan Dia – Tuhan membangkitkan Papua untuk manivesto kedatangan-Nya. Tuhan mengubah Papua demi kepentingan-Nya, Tuhan menjaga Papua secara khusus demi kepentingan-Nya, Tuhan melindungi Papua demi kepentingan-Nya.
       Kecintaan terhadap Papua semakin kuat lagi ketika maklumat Aitumieri oleh Dominee Ishak Samuel Kijne “Sekalipun bangsa lain memiliki kepandaian dan marifat tinggi tetapi mereka tidak dapat memimpin bangsa ini, namun bangsa ini akan bangkit memimpin dirinya sendiri”, selanjutnya tokoh zendeling gereja terus mendidik orang Papua dengan materi didik berwawasan kepapuaan. Bahkan adanya suatu kekuatan besar yang digagas oleh Dominee Isak Samuel Kijne bahwa “Orang Papua sangat rajin, sehingga mereka harus didirikan sebuah sekolah yang semestinya bagi mereka yang bukan sekedar suatu tiruan, dan didiklah mereka untuk pandai berpikir, pandai bernyanyi, pandai menghitung, pandai melukis dan pandai mengukir, maka suatu kelak mereka akan bangkit dan memimpin dirinya sendiri”. 
       Pernyataan-pernyataan ini sebagai cikal bakal lahirnya kecintaan orang Papua terhadap dirinya, kepercayaan diri, kecintaan terhadap tanahnya Papua. Inilah yang saya lihat sebagai awal kelahiran nasionalisme Papua. Selain pernyataan maklumat dan deklarasi iman, para tokoh zendeling sangat bersungguh-sungguh mendidik orang Papua dengan konsep membangun kesadaran mereka terhadap identitas dirinya yang benar-benar utuh dan tak terganggu oleh pemikiran luar dengan pemahaman-pemahaman yang benar -benar berisi identitas kepapuaan secara utuh. Hal itu bukan sekedar didikan kosong melainkan diciptakanlah materi didik seperti buku-buku dan nyanyian yang dipakai. Salah satu nyanyian nasional orang Papua diciptakan oleh zendeling Dominee I.S. Kijne adalah SERULING MAS dan salah satu lagu yang dipakai sebagai lagu kebangsaan Papua adalah lagu “Hai Tanahku Papua”.
       Setelah itu, pada tahun 1962, pemerintah Hindia Belanda meletakkan suatu fondasi kebangsaan the nation Foundations” bagi orang Papua. Disini lahirlah patriotisme orang Papua yang sangat nasionalis terhadap bangsanya. Konsep kenegaraan dan rasa ingin merdeka yg tinggi dimunculkan pertama melalui simbol dan doktrinitas zendeling yang embrionya merujuk pada suatu sasaran utama yaitu berdirinya sebuah Negara. Konsep nasionalis kenegaraan Papua sebenarnya diambil dari persemaian konsep zendeling. 
       Disini kita secara jelas melihat bahwa pada tahun 1855 nasionalisme Papua itu lahir dan lebih dahulu dikenal jauh sebelum 1969 barulah Indonesia memulai dengan didikan Indonesia untuk menasionalisasikan Papua. Entahlah pada tahun itu nasionalisme Indonesia di bumi Kasuari benar-benar lahir ataukah tidak terlahir, karena kehadiran Indonesia pada tahun 1962 – 1969, rakyat Papua melakukan perlawanan untuk menolak hadirnya Indonesia di bumi Kasuari, akhirnya muncullah istilah “Separatis” yang dilekatkan kepada orang Papua yang ketika itu melakukan perlawanan kepada Indonesia dengan sebutan “Organisasi Papua Meredeka (OPM)”. Pembentukan Negara Papua merupakan embrio nasionalisme yang nyata yang dibentuk oleh kerajaan Belanda sedangkan rasa kecintaan Papua terhadap bangsanya terlahir dari didikan zendeling. 
       Perang revolusi yang dilakukan oleh Ir. Soekarno pada tahun 1962 dengan perintah operasi mandala untuk; “bubarkan Negara boneka buatan Belanda di daratan Irian Barat” merupakan irisan luka awal kebencian Papua terhadap Indonesia sekaligus merupakan pupuk yang menyuburkan nasionalisme orang Papua terhadap bangsanya. Pembantaian terhadap orang Papua merupakan awal tirai pemisah yang membedakan orang Papua dan Indonesia, sehingga seringkali orang Papua mengatakan bahwa “kami ras melanesoid berbeda dengan ras melayu”. Terjadinya perbedaan ras itu muncul ketika orang Papua tidak diperlakukan dengan baik, dibunuh, diabaikan, didiskriminasikan, bahkan pendekatan Negara di Papua menggunakan militer yang berhujung pada pembunuhan dan pembantaian nyawa orang Papua semakin menjadi modal yang membangkitkan kebencian terhadap Indonesia dan memacu semangat kecintaan orang Papua terhadap tanah dan diri mereka sendiri tiada taranya.  
       Selanjutnya peristiwa PEPERA dianggap gagal oleh orang Papua karena tidak sesuai dengan instruksi PBB bahwa “one man one vote” yaitu “satu orang satu suara” tidak dilaksanakan ketika itu karena Indonesia melakukan represifitas terhadap masyarakat Papua dan juga Indonesia hanya mengambil setiap kepala suku mewakili orang Papua dari masing-masing suku di Papua untuk melakukan pemilihan Penentuan Pendapat Sendiri (PEPERA) dengan menggunakan dua pertanyaan; (1) Ikut Indonesia, atau (2) merdeka sendiri. Kedua pertanyaan itu pun konsekwensinya adalah ketika menjawab ikut Indonesia, pasti hidup jika menjawab meredeka maka ditembak mati. Metode yang dipakai Indonesia ketika itu adalah menekan psikologis dengan menembak, ada yang memberikan rayuan dengan wanita cantik, ada pula dengan janji Negara bahwa akan memberikan jabatan khusus di Negara Indonesia, dan lain sebagainya. Orang Papua yang tergiur oleh janji-janji jabatan, wanita dan uang ketika PEPERA selanjutnya dikawal oleh pemerintah. 
       Dengan diadakannya PEPERA maka disinilah permulaan retaknya nasionalisme kepapuaan, dimana kelompok yang satu tetap setia kepada nasionalisme Papua, disebut kelompok OPM atau sering juga dikatakan sebagai kelompok “M” dan satu sisi lagi kelompok pro nasionalisme Indonesia yang disebut kelompok “Merah Putih”.  Orang Papua yang akan menjadi pejabat pasti memposisikan dirinya secara baik agar mendapat legitimasi di Negara, walaupun mereka telah sadar tentang siapa dia dan apa identitas jati dirinya sebagai orang Papua. Inilah konsepsi ganda dalam dua nation yang kita maksudkan dengan “Nasionalisme Ganda Papua”. Selain itu nasionalisme Indonesia tersemai melalui beberapa tokoh Indonesia yang diambil oleh pemerintah Belanda untuk ditugaskan di bumi Papua.
 
C.   Kawin Silang Indonesia dan Papua yang Melahirkan Nasionalisme Ganda Orang Papua.
Relevansi Nasionalisme ganda orang Papua terjadi akibat kawin silang antar nasionalisme Indonesia yang terbangun oleh tokoh-tokoh pejuang Indonesia sedangkan nasionalisme Papua terbangun oleh para zendeling, yang mana keduanya bermuara dari pangkal konsepsi idelogi masing-masing, yaitu Indonesia dengan ideologinya dan Papua dengan ideologinya.
Mengurai benang pangkal dinamika pergolakan rakyat Papua dari beberapa aspek yaitu historis, ideologis dan politis yang bermuara pada satu titik, yaitu, nasionalisme. Nasionalisme Papua dan Nasionalisme Indonesia, masalah ke-papua-an dan ke-indonesia-an menjadi pangkal dinamika yang melahirkan pergolakan rakyat Papua sampai hari ini. Pergolakan yang sesungguhnya bukan karena soal kepemerintahan Negara melainkan karena Papua tidak menyadari bahwa oleh karena Papua TUHAN rela dan memperbolehkan nama-Nya disebutkan. Sebab dalam 10 hukum, telah diperingatkan kepada manusia bahwa nama Tuhan tidak boleh disebutkan dengan sembarang. Tuhan telah bertanggung jawab atas tanah ini, namun karena ketidaksetiaan Papua sendiri mengakibatkan perpecahan didalam nasionalisme Papua. Begitupun seperti bangsa Israel ketika menantikan musa begitu lama sehingga mereka mulai membuat patung berupa lembu yang terbuat dari emas dan sujud menyebah baginya, sehingga ketika Musa turun dari gunung Sinai dan melihatnya demikian membuatnya marah dan memisahkan bangsa Israel menjadi dua kelompok, dimana yang setia dengan iman kepada Tuhan dan yang telah menyembah patung yang mana kita bisa simpulkan bahwa kejadian itu menunjukkan dualism iman (Keluaran 32:1-27).
Munculnya dua nasionalisme di Papua, yaitu nasionalisme Papua dan nasionalisme Indonesia, merupakan situasi yang dilematis dalam pemahaman sejarah Papua sebagai bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia.
D.  Nasionalisme Papua? 
Sejarah peradaban Papua mencatat bahwa perkembangan peradaban Papua dimulai oleh para zendeling gereja tahun 1855. Pada tahun ini pula identitas Papua dibangun diatas adat dan budaya mereka melalui didikan zendeling di sekolah, nyanyian dan lagu-lagu yang dinyanyikan, karangan-karangan yang melukiskan kepapuaan, maklumat serta deklarasi zendeling tentang masa depan Papua yang mendoktrin rasa kecintaan terhadap Papua. Inilah kekuatan besar yang melahirkan nasionalisme Papua.
Belanda secara resmi menguasai Papua pada tahun 1828 setelah mendirikan benteng di Lobo, Teluk Triton (sekarang wilayah Kabupaten Kaimana) sementara pos pemerintahan Hindia Belanda baru didirikan pada tahun 1898. Sistem administratif yang diterapkan Pemerintah Belanda di Papua berbeda dengan sistem administrasi yang diterapkan di daerah lain dalam wilayah Hindia Belanda. Biasanya Pemerintah Belanda menunjuk pemimpin lokal sebagai pejabat pemerintah. Di Papua, kelompok sosial terdidik sangat sedikit sehingga memanfaatkan dari Maluku, khususnya Ambon, untuk bidang pemerintahan. Sebagai akibatnya muncul dua lapis sistem kolonial di dalam masyarakat Papua.  
Sistem pemerintahan yang bersifat dual colonialism yang diperankan kelompok atas, yakni segelintir orang Belanda, dan kelompok bawah, yaitu mayoritas orang Indonesia yang melakukan kontak dengan orang Papua menjadi akar masalah yang akhirnya menimbulkan perasaan saling berbeda antara orang Papua dan orang Indonesia. Dalam berbagai konflik, Orang Papua cenderung memusuhi orang Indonesia daripada orang Belanda.
Bersemainya kesadaran kepapuaan sebagai suku bangsa tidak lepas dari peran misi Katolik dan zending Protestan yang sudah dimulai sejak tahun 1855, jauh sebelum pos pemerintah Belanda didirikan pada tahun 1898. Mereka memperkenalkan penggunaan bahasa Melayu dan budaya Melayu serta ide Barat kepada orang Papua.
Ini berlangsung hingga Jepang menginjakkan kakinya di Hindia pada April 1942 yang selanjutnya menguasai Merauke. Berbeda dengan sikap orang Papua terhadap Belanda, sikap mereka terhadap Jepang lebih cenderung menentang karena Jepang kejam. Karena itu, ketika Sekutu mendarat di Hindia pada April 1944, dianggap sebagai pembebas dari Jepang. Mereka membantu Sekutu mengusir Jepang. Kedatangan Sekutu, menurut Lagerberg (1979), memotivasi masyarakat Papua memikirkan kembali identitas mereka.
Sementara itu, nasionalisme Indonesia di Papua disemai tokoh-tokoh nasionalis mulai akhir 1945 ketika residen Van Eechoud merekrut beberapa orang Indonesia sebagai pegawai pemerintah, di antaranya Soegoro Atmoprasodjo yang ditunjuk sebagai pengajar dan direktur asrama pada Kursus Singkat Pamong Praja di Kota Nica. Kesempatan ini digunakan Soegoro untuk meyakinkan para siswanya untuk berpikir bahwa mereka adalah bagian dari bangsa Indonesia. Beberapa orang yang menempuh pendidikan Eechoud dan kemudian menjadi terkemuka dalam aktivitas politik antara lain: Markus dan Frans Kaisepo, Nicolaas Jouwe, Herman Wajoi, Silas Papare, Albert Karubuy, Moses Rumainum, Baldus Mofu, Eliezer Jan Bonay, Lukas Rumkorem, Martin Indey, Johan Ariks, Herman Womsiwor dan Abdulah Arfan.
Selepas dari tahun 1945, nasionalisme Indonesia pun mulai muncul ke permukaan ketika dilakukan PEPERA, di mana tokoh-tokoh Papua terpelajar dijadikan sebagai tim Indonesia yang mengkampanyekan Indonesia kepada orang Papua. Selain itu, adanya pemaksaan dan intimidasi yang memaksa orang Papua harus ikut dengan metode syok terapi sehingga membuat mereka takut dan selalu mengakui keberadaan Indonesia di bumi Kasuari. Kita menemukan aspek-aspek pembentukkan nasionalisme Papua dan juga nasionalisme Indonesia sehingga kita memakainya dengan istilah nasionalisme ganda yang terbangun di Papua.


Jumat, 13 Mei 2016

ISTILAH – ISTILAH PROFETIS PAPUA DALAM STANDARD ALKITAB DAN HUBUNGANNYA DENGAN ISRAEL SEBAGAI TANDA PENGGENAPAN AKHIR ZAMAN

oleh
Hamah Sagrim 



TUHAN Pokok Kerajaan – ISRAEL tongkat kerajaan – PAPUA buah kerajaan, Hilang di Firdaus – Timbul di Betlehem – Berbuah di Papua.
YESUS Batu Penjuru – ISRAEL batu karang – PAPUA batu peradaban
YESUS mempelai Pria – ISRAEL mempelai Wanita – PAPUA dilahirkan
YESUS Pokok Anggur – ISRAEL Pohon Anggur – PAPUA Buah Anggur
Permulaan di ISRAEL “Firman Datang” – Singgah di Eropa “Firman Tersemai” – Berakhir di ujung bumi Papua “Firman Berbuah”.
INJIL keluar dari Sion dan berakhir di Papua – Firman keluar dari Yerusalem dan berakhir di Papua.
Papua hitam kulit, keriting rambut menjadi bangsa profetik dalam rencana TUHAN bagi akhir dunia.
Dari gunung Sinai TUHAN mengadakan perjanjian dengan ISRAEL – dari gunung Aitumieri I.S. Kijne menetapkan perjanjian Papua bagi TUHAN, kini Sangkakala berbunyi, panji-panji dikibarkan dan nyanyian suku bangsa dinyanyikan dalam bahasa suku-suku di atas tanah Papua sebagai tanda kemuka perjanjian TUHAN sedang digenapi.


TANDA-TANDA DAN PANDANGAN PROFETIS DI PAPUA DALAM STANDARD PENGGENAPAN ALKITAB DAN HUBUNGANNYA DENGAN ISRAEL DI AKHIR ZAMAN

oleh 
Hamah Sagrim 


1.   Di atas batu yang kuat TUHAN mendirikan Jemaat-Nya di Israel – Dia atas batu yang kuat I.S. Kijne mendirikan peradaban bangsa Papua, digenapi di Papua. (Matius 16:16 dan 18).
Kata Yesus kepada Petrus di Kaisarea-Filip “Di atas batu inilah, Aku mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya….”.
Kata I.S. Kijne kepada bangsa Papua di Miei-Aitumieri; Di atas batu inilah, aku meletakan peradaban bangsa ini, sekalipun bangsa lain dengan kepandaian dan marifat yang tinggi, tidak akan memimpin bangsa ini…..”.
2.   Dua suku bangsa di dunia yang TUHAN bicara langsung kepada mereka – ISRAEL Tuhan memulai dengan Musa di Gunung Horeb, Midian – Papua Tuhan mengakhiri dengan Ruben Rumbiak di Kayahai A-3; (Keluaran 3:4-22).
Berfirmanlah TUHAN kepada Musa di gunung Horeb: “AKU ADALAH AKU,” lagi firman-Nya: AKULAH AKU telah mengutus Aku kepadamu.” Beginilah kaukatakan kepada orang Israel: TUHAN Ellohim nenek moyangmu, Ellohim Abraham, Ellohim Ishak, Ellohim Yakup, telah mengutus aku kepadamu: itulah nama-Ku untuk selama-lamanya dan itulah sebutan-Ku turun temurun. Pergilah, kumpulkanlah para tua-tua Israel dan katakanlah kepada mereka: TUHAN, Ellohim nenek moyangmu, telah menampakkan diri kepadaku, serta berfirman: Aku sudah mengindahkan kamu.”
Berfirmanlah TUHAN kepada Ruben Rumbiak di Kayahai A-3 “AKU TUHAN ALFA DAN OMEGA” berbicara kepada hamba-Ku Ruben Rumbiak, sampaikan kepada raja Kambuaya, Raja Solossa, Raja Howay, Raja Isir, Raja Tamunete, bahwa 5, 10, 15, 20, 25, 30 tahun putra putrid A-3 akan menjadi manusia-manusia pembangun di New Guinea.”
3.   Dua suku bangsa di dunia yang TUHAN menulis undang-undang langsung kepada mereka. (Keluaran 20:1-17).
ISRAEL Tuhan memulai dengan Musa di Gunung Sinai “10 Hukum Taurat dipahat” - Papua Tuhan mengakhiri dengan Ruben Rumbiak di Kayahai     A-3, “4 hukum Teofani ditulis. Tuhan sendiri yang menulis undang-undang bagi mereka karena mereka adalah bangsa yang tegar tengkuk, keras kepala, pembangkang, pengubah undang-undang, bangsa yang tidak merendahkan diri. Israel melanggar undang-undang Taurat mengakibatkan Israel tercemar dan A-3 melanggar undang-undang Teofani membuat A-3 (Maybrat) tercemar. Israel membangkang terhadap Nabi dan A-3 membangkang terhadap Pemimpin. Israel menghukum pemimpin dan A-3 menghukum Pemimpin. Israel mengubah undang-undang yang ditetapkan TUHAN dan A-3 merubah undang-undang yang ditetapkan pemerintah sebagai wakil TUHAN, mengakibatkan nama A-3 tercemar, namun Israel dan A-3         telah berpaling sehingga TUHAN memulihkan keadaan negerinya. (Yesaya 24:5; 2 Tawarik 7:14).
4.   Di Danau Galilea Israel Yesus berjalan di atas air danau – Di Danau Ayamaru Papua, Ruben Rumbiak berjalan di atas air danau.              (Matius 14:25).
5.   ISRAEL lahir dari rahim TUHAN – PAPUA lahir dari rahim FIRMAN. ISRAEL bertumbuh dari pohon INJIL – PAPUA bertumbuh dari buah INJIL. ISRAEL menjadi pusaka TUHAN dari pohon PUJIAN – PAPUA menjadi pusaka TUHAN dari rahim PUJIAN. ISRAEL diberkati dari rahim TUHAN – PAPUA diberkati dari rahim ISRAEL.


Kamis, 17 Maret 2016

MELIHAT MAKNA DOA SULUNG I.S KIJNE YANG DITARUH DI AITUMERI SEBAGAI PENGGENAPAN NUBUATAN

oleh
Hamah Sagrim



A.   I.S. KIJNE MELETAKAN DASAR UNTUK MELIHAT RENCANA TUHAN
Peletakan dasar di Aitumeri oleh I.S Kijne itu supaya orang Papua di panggil untuk melihat rencana Tuhan yang terbesar.
Di gunung Sion orang-orang  Yahudi 24 jam sampai Yesus akan datang kembali tetap akan berdiri di gunung Sion terus.

Yesaya 46:6-7;
“Rumahku akan disebut rumah doa bagi segala bangsa”

Dari 12 Suku Israel, mereka hanya mempunyai satu bait suci, dan Bait Suci orang Yahudi. hanya ada di bukit Sion di yerusalem. Bait Suci Rumah Tuhan Orang Papua itu ditaruh di Mansinam dan keluar dari Aitumeri, waktu penggenapan Miei janji Tuhan terus berjalan ke seuruh Papua dan Tuhan sudah menetapkan tempat-tempat dimana Tuhan menyatakan diri-Nya dan kehendak-Nya untuk berjumpa dengan tiap suku di papua dan segala bangsa di seluruh dunia.

B.  MAKNA DOA SULUNG I.S. KIJNE DAN IMPLIKASINYA BAGI KEBANGKITAN PAPUA BERDIRI BAGI ISRAEL
Makna doa sulung I.S. Kijne dan implikasinya bagi kebangkitn Papua merupakan suatu uraian tematis dari sisi berita-berita nubuatan yang disampaikan oleh Tuhan di dalam Alkitab.  
4 dasar tentang pembangunan peradaban Papua: Latar belakang lahirnya maklumat Aitumeri, makna di balik doa sulung Domine I.S. Kijne: 

“Diatas batu ini, saya meletakan peradaban orang Papua 

sekalipun Bangsa lain memiliki kepandaian dan marifat tinggi tidak akan memimpin bangsa ini, namun bangsa ini akan bangkit dan memimpin dirinya sendiri. Wasior, 25 Oktober 1925 I.S Kijne"

 

1.   Peradaban orang Papua dalam nubuatan Tuhan
2.   Peradaban orang Papua diletakkan dalam  kegenapan waktu

Diatas batu ini aku meletakkan peradaban orang Papua sudah dibangun di atas dasar Kristus, peradaban orang papua diletakkn di atas dasar nubuatan dan peradaban orang Papua diletakkan diatas dasar penggenepan Firman Tuhan, peradaban orang Papua diletakkan di atas dasar janji Tuhan, peradaban orang Papua diletakkan atas dasar kegenapan waktu.

1.   Sejarah Peradaban Papua
Pembangunan awal peradaban orang Papua tidaklah beda seperti pencarian seorang Yahudi yang bernama Colombus tinggalkan dataran Israel seluruh Yudea tanah leluhurnya dan pergi mencari semua orang-orang Yahudi yang ada di seluruh duniadan sampai di benua Amerika sehingga semua yang menjadi presiden Amerika salah satu syarat utamanya wajib berdiri dengan Israel, ini standar kenegaraan Amerika yang tidak bias digantikan oleh apapun, karena peradaban Amerika di bangun di atas perjumpaan oaring Yahudi atas benua Amerika, jiakalau Colombus tidak menemukan Amerika, Barakh Obama dan pemimpin-pemimpin Amerika lainnya tidak berguna, kalau Columbus tidak menemukan Amerika, kekuatan Amerika dikendalikan oleh kekuatan Yahudi, karena kekuatan Yahudi dikendalikan oleh kekuatan Injil dan kekuatan Injil dikendalikan oleh kekuatan Tuhan yang paling terbesar.
        Dari penemuan bangsa-bangsa di dunia Israel Tuhan yang temukan, Papua Injil yang temukan sedangkan bangsa lain ditemukan oleh manusia.
(Ulangan 33:1-2) Inilah berkat yang diberikan Musa abdi Allah itu, kepada orang Israel sebelum ia mati. berkatalah ia: “TUHAN datang dari Sinai dan terbit kepada mereka dari Seir; Ia tampak bersinar dari pegunungan paran dan datang dari tengah-tengah puluhan ribu orang yang kudus; di sebelah kanan-Nya tampak kepada mereka api yang menyala.
        Tidak ada bangsa lain yang menemukan Israel
        Tidak ada bangsa lain yang membuat Israel bertobat
        Tidak ada bangsa lain yang bisa menjadi guru bagi Israel.
Hanya Tuhan Ellohim Yohosua Hamasia yang akan menjadi guru mereka.
        Waktu Tuhan menemukan Israel, dia akan menjaganya sebagaimana biji mata-Nya sendiri “ Ulangan 33:1-2”
        Ketika Musa rasa masa hidupnya akan berakhir panggilan pengutusan bagi Israel akan berakhir, lalu doa pengutusan musa bagi Israel harus dilakukan dan doa yang disampaikan kepada Musa dihadapan Tuhan membawa seluruh Israel menggugah hati Tuhan tentang perjumpaannya yang besar atas Israel. Dari dasar perjumpaan inilah ketika ottow dan Geisler injakan kakinya di Mansinam proklamasi nama Tuhan yang mendahului pemeberitaan Injil karena Tuhan berjumpa dengan Israel maka nama Tuhan diproklamasikan di Mansinam untuk Papua. Karena nama Tuhan diproklamasikan di Mansinam untuk Papua, maka tidak ada alasan untuk perjumpaan injildi Papua harus dihubungkan dengan Israel.
        Waktu Yakub berubah menjadi Israel, matahari mulai terbit secara perlahan-lahan karena Tuhan datang bagaikan matahari, lalu kijne memberitahukan orang Papua, nyanyikan nyanyian rohani : 32       
       “Terbit sepucuk taruk di tunggul suku Daud”
         Terbit sepucuk taruk di tunggul suku Daud
         Bersinarlah trang baru di kegelapan maut
         Tlah jadi penebus menurut sabda sungguh
          Perjanjian kudus.

Tuhan terbit perlahan bagaikan matahari ketika Yakub berubah menjadi Israel matahari terbit, dan Papua ditempatkan di Indonesia kawasan Timur terbit matahari.
       Sejarah peradaban dunia, Tuhan memulainya dengan tiga bangsa dan Papua masuk dlam bangsa protetik, bukan bangsa proklamasi, bukan bangsa Idiologi tetapi Papua adalah bangsa protetik adalah bangsa yang ada di dalam golongan alkitab, maka bangsa Papua adalah bangsa yang selalu di dalam doa dan penyembahan.
Yeremia 31: 35-37; Yesaya 19:25
  Israel berdiri karena ada kekuatan dan membuat Firman yang disampaikan oleh Tuhan, dan Papua juga berdiri karena ada Proklamasi nama Tuhan yang begitu besar yang menguasai suluruh Papua.oh
(Yesaya 19:24) Pada waktu itu Israel akan menjadi yang ketiga di samping Mesir dan di samping Asyur, suatu berkat diatas bumi.
      Jadi tiga bangsa ini yang dipakai Tuhan untuk membangun peradaban dunia, Mesir, Asyur dan Israel, Mesir berada di timur tengah hingga hari ini, bangsa Asyur telah hilang, dan menjadi bangsa yang dicari oleh para ahli-ahli arkeologi maupun para ahli theology mencarinya hingga ke Pasifik namun tidak ditemukan sehingga ditulis bahwa “ayat yang terselubung dan bangsa yang hilang” apakah Papua tinggal disitu, apakah Papua ada disana? Profesor Appen heimen pakar genetika universitas Oxfor Inggris telah menulis sebuah buku dengan judul “Eden in the east” Benua yang tenggelam di Asia Tenggara di sana dia menyampaikan bahwa
“ dan anda pastinya akan tercengang setelah mengetahui bahwa suku di Indonesia paling timur adalah pemegang siklus bagi agama-agama barat yang tertua”.   
Orang Papua bersyukur karena Tuhan menatuh ereka pada tempat yang sangat penting untuk peradaban Tuhan kembali lagi pada alhir zaman.
        Mesir, Asyur dan Israel, tiga bangsa yang dipakai Abraham Ishak dan Yakub, tiga garis keturunan yang mulai dikisahkan kepada segala bangsa, Bapa, Anak dan Roh Kudus, tubuh, jiwa dan roh.
        Jika orang mau Bapa, Anak dan Roh Kudus namun lupa Abraham, Ishak dan Yakub tidak bisa, karena Bapa, Anak dan Roh Kudus, tubuh, jiwa dan roh, Abraham Ishak dan Yakub, Israel, Asyur dan Mesir tidak bisa dipisahkan, dari tiga peradaban dunia ini Tuhan yang kendalikan. Dan dasar peradaban Papua Tuhan juga memulai dengan garis yang sama.
Peradaban Papua yang pertama dikenal dengan proklamasi Mansinam
Peradaban Papua yang kedua dimulai dengan penetapan Aitumeri
          Peradaban Papua yang ketiga dimulai dengan panggilan Biak.
Inilah dasar sejarah peradaban Papua.

Proklamasi Mansinam adalah proklamsi tertua di atas tanah Papua, dan proklamasi Mansinam mendahului proklamasi-proklamasi lain di atas tanah Papua.
        Proklamasi nama Tuhan mendahului dan paling tertinggi  dari seluruh bentuk proklamasi lain yang terjadi di atas tanah ini. Mengapa Ottow dan Geisler melakukan proklamasi Mansinam dengan nama Tuhan, karena Injil tidak bisa terlepas dari Tuhan.
        Ketika Ottow dan Geisler menyambut dengan nama Tuhan kami menginjak tanah ini, mereka sedang memberitahukan Tuhan datanglah Kerajaan-Mu. Ottow dan Geisler mengeksekusi doa Tuhan Yesus dalam doa Bapa kami “Datanglah kerajaan-Mu”.
        Ketika Ottow dan Geisler memproklamasikan nama Tuhan di atas tanah ini, Roh Kudus turun atas tanah Papua, dan dalam kegenapan waktu, Roh Kudus menjadi guru agung bangsa Papua maka Kijne memberitahu “Bangsa lain tidak akan pernah membangun bangsa ini, tetapi bangsa  ini akan bangkit memimpin dirinya sendiri.
         (Yesaya 52: 7) Betapa indahnya kelihatan dari puncak bukit-             bukit    kedatangan pembawa berita, yang mengabarkan berita          damai dan    memberitahukan kabar baik, yang mengabarkan            berita selamat         dan berkata kepada Sion: “Allahmu itu                Raja!”
Siapa itu pembawa berita? ketika Tuhan Yesus lahir, orang majus dari timur datang untuk memberitahukan kepada dunia telah lahir raja orang Yahudi:
        Timur yang dimaksud dalam Meridian bumi, Papua terletak paling timur dari Israel dan berada di ujung bumi. Papua adalah bangsa pembawa berita kepada Israel tentang Yesus Kristus dan bangsa Papua akan menjadi pembawa berita kedatangan Yesus Kristus.
        Bukit Sion berita kegenapan, firman keluar kepada segala bangsa di dunia, bukut Aitumeri peradaban Papua, dibangun untuk mempersiaapkan orang Papua membawa Israel pulang dan memberitahukan Israel bahwa Tuhanmu itu Raja.
Bagsa Papua bangsa pembawa berita bagi Israel dari kelahiran Kristus maupun  kedatangan Kristus.
        Tanda-tanda kedatangan Tuhan Yesus Kristus dari ujung timur, dimana panji-panji dikibarkan, sangkakala dibunyikan, dan nyayian bangsa-bangsa dengan bahasa suku-suku dari negeri timur menuju Sion Yerusalem Israel.
        Papaua sedang bergerak maju dalam kegenapan ini, lihat pergerakan Sion Kids, yang kini dipakai Tuhan melalui hambanya Ev. Marthen . Su, sebgai juru bicara pembawa pesan ke seluruh dunia untuk berdoa memberkati Israel, karena ketika Israel dipulihkan maka akan segeralah dari timur Yesus Kristus Raja orang Yahudi itu akan datang.   
        Ketika Papua mengabarkan kepada Israel bahwa lihat Tuhanmu Raja, maka pintu gerbang timur akan terbuka, maka orang papua diundang duduk satu meja  bersama Abraham, Ishak dan Yakub di dalam kerajaanya, oleh karena itu orang Papua janga minder karena rambut keriting dan jangan malu karena kulit hitam, Papua orang penting bagi dunia, Papua penentu sejarah peradaban. Israel karena firman, Papua hadir karean anugerah.
(Matius 8:11) Aku berkata kepadamu: banyak orang akan datang dari Timur  dan Barat dan duduk makan bersama-sama Abraham, Ishak dan Yakub di dalam Kerajaan Sorga.
  
Mansinam adalah Mezbah yang semestinya dijadikan sebagai pulau doa, namun patung didirikan. Tuhan bukan patung yang berdiri, orang Manokwari harus menetapkan setiap tanggal 5 tiap bulan dilakukan doa Mezbah.

Waktu bumi dunia di ciptakan oleh Tuhan, Papua Tuhan bentuk, dan Israel Tuhan bentuk sehingga ada raja-raja yang dipilih
Yeremia 33:2 “ Begilah firman TUHAN, yang telah menjadikan bumi dengan bentuknya dan mnegakannya TUHAN ialah namanya:
        Dengan nama Tuhan ottow dan Geisler menginjakkan tanah ini, mereka meletakkan dasar yang sangat kuat, dimana mengundang Tuhan bentuk Papua dengan nama-Mu, jadilah Papua demi nama-Mu, dari semua ynag terjadi diatas pulau dan tanah dan negeri ini ada di dalam pembentukan Tuhan yang besar, suatu rencana Tuhan yang begitu hebat sehingga dunia manapun,bangsa manapun tidak bisa mengotak-atik pulau dan tanah ini, sama dengan Israel dirubah model apapun, diserang model apapun Israel tetap bertahan sampai hari ii dan kekal selama-lamanya.
        Dua bangsa yang paling mahal dan terhebat didunia adalah Israel dan Papua. Standar kehidupan yang terlalu berat, standar kehidupan yang terlalu mahal dan berharga di mata Tuhan, karena Israel dan Papua penting bagi Tuhan dan berguna bagi bangsa-bangsa lain. Sehingga kekudusan nama Tuhan harus dihormati diatas segala-galanya.
(Mazmur 30:5) Nyanyikanlah Mazmur bagi TUHAN, hai orang-orang yang dikasihi-Nya, dan persembahkanlah syukur kepada nama-Nya yang kudus!        
        Dari sisni baru I.S. Kijne menetapkaan tiga pilihan Kijne di Aitumeri tentang Papua. Kijne menerjemahkan apa yang Ottow dan Geisler taruh bahwa di balik nama Tuhan, ada kekudusan Tuhan dan kekudusan Tuhan harus dikawal dengan pujian dan penyembahan.
        Ketika Kijne temukan seruling bambu di Aitumeri dengan tiga lubang, Kijne menambahkan empat lubang supaya Papua kawal kekudusan Tuhan di dalam pujian dan penyembahan.
        Seorang pemuda Sarmi duduk di pinggir pantai menatapi kehancuran negerinya Sarmi ketika menatapi masa depan negerinya, syair pujian itu datang :
                 Betapa berharganya didriku
                Dan dirimu di hadirat-Nya.
Dia mernaruh di dalam diriku
Kekayaan yang tak dimiliki
Oleh bangsa-bangsa lain,
S’bab di dalam roh pujian dan dan penyembahan
Yang sedang dipersembahkan
Dari ujung bumi tanah Papua skarang
Pujian dan penyembahan, merupakan kekayaan Sorgawi.

Semua kekayaan di Papua akan habis, emas akan lenyap, minyak akan kering tapi yang tinggal pujian dan penyembahan merupakan harta rohani yang terakhir, Papua bawa Israel pulang dengan pujian, sebagaimana Israel masuk tanah perjanjian dengan pujian, Papua juga akan masik Firdaus Sorga Yerusalem dengan pujian.

ISRAEL BANGSA PERJANJIAN - PAPUA BANGSA PENGGENAPAN

ISRAEL DALAM RENCANA TUHAN BAGI DUNIA